Tampilkan postingan dengan label Egosentris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Egosentris. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2009

This is our Strugle

Buat siapapun yang baca,,gw kasih saran... Klo loe kenal gw, berarti loe tau gw kyak apa. Buat yang gak kenal,,kenalan dulu, dong,ah.. Gak deng. Maksud gw siapapun loe,, gw kasih saran--jangan pernah ikutin jejak gw.
Karena qt punya jalan masing2,,gw pernah marah,,sedih, manyun, tapi sayang mata gw gak pernah mau diajak nangis, sombong banget.
Gw tau tiap-tiap qt punya cerita yang gak indah sepanjang perjalanan hidup yang gak pernah sempurna ini. Seedangkan manusia kayak gw ini yang gak bisa terima bahwa gak ada yang bisa sempurna dalam hidup, gak bakal ada senyum yang selalu terkembang. Coba dech loe hitung berapa hari aja dalam hidup loe dimana loe bener2 ngerasa bahagia.
Gw sendiri gak bisa ngitung, bukan saking banyaknya, karena saking bingungnya, kapan waktu yang bisa gw sebut sebagai kebahagiaan gw. Nah, ini satu contoh konkrit lagi, bahwa kalian gak boleh ngikutin jejak gw, yang bener2 gak tau caranya bersyukur.
Mulai dari merangkak dari nol, masing2 qt punya cara sendiri membuktikan pada dunia klo qt tuh pernah eksis, mungkin gw juga pengen ngukir nama di wajah dunia--"meski tak besar, namun terukir indah".
Itu dia, tapi gimana caranya coba...di saat hari2 gw selalu gw penuhin dengan umpatan2, yah mau sampai kapan?
Man, this is our strugle. That's the words that -you've- slapped- me- with.
Banyak waktu yg gw buang buat bengong, manyun atau sekedar berkhayal, yah dulu gw selalu berpedoman ---"kan,,ngayal itu gratis" tapi gila,, jatuh nya sakit banget waktu loe terjun bebas gara2 angan2 yang ketinggian.

Bermain dengan Angan-angan

Stop...! Berhentilah berkejaran dengan masa lalu. Haruskah masa kini hanya berguna demi menangisi yang telah terlewat? Menertawakan kebodohan diri, merenungi nasib buruk, menyesali kehadiran hidup dan keberuntungan hidup yang tak pernah sempurna. Benar-benar lawakan teraneh yang selalu kubuat selama hidupku.

Dimana kaki mengambang. Tiada berpijak,,masih saja aku menoleh pada jejak yang sudah terhapus desiran waktu.

Minggu, 01 Maret 2009

Bintang Merah

"Saat Bintang Merah itu meredup dan akhirnya absen dari taburan kerlip angkasa, ia sedang bkata bahwa usianya tlah usai tuk ikut menyemarakkan Galaksi. Namun jauh di luar jangkauan titik fokus mata,Existensinya tetap ada dalam lingkaran tahun Cahaya."

Eksistensi tak selalu harus berwujud.
Seperti itulah aku tetap hidup di tengah mereka.

Terserah,,

Bukan apa yang terjadi, tapi bagaimana kau menanggapi
Bukanlah kesalahan yang kau buat melainkan apa yang kau ingin tuk perbaiki
Bukan masalah yang ada tapi bagaimana kau menghadapinya

Apa yang telah terjadi memang sudah terjadi dan tidak bisa terulang
Memang semuanya sudah terlanjur
Tapi apa yang ku sesalkan adalah pengakuan bahwa tak ada sedikitpun rasa dalam nada bicara mu yang menunjukkan bahwa itu semua adalah suatu kesalahan masa lalu yang harus kau perbaiki demi masa depan
Dan ternyata kau belum cukup dewasa dalam menyikapi jalan hidup yang akan kau pertanggungjawabkan sendiri di hadapan-Nya nanti

Aku tak akan memaksa
Jika kau menganggap kehadiran ku tak lebih dari tali pengekang ataupun rantai penjara
Maka aku tahu bagaimana harus bersikap
Dan aku tak mau jadi penahan kebahagiaan seseorang

Karena tanpaku kau akan lebih bebas
Karena kepergianku dari catatan hidupmu mungkin akan membuat mu merasa lebih baik
Karena ketiadaan ku dalam hatimu akan membuatmu lebih bahagia
Untuk itulah aku melepaskanmu. X_I 121008

SElongsong Raga Tanpa Jiwa

Luluh lemah, sayapnya patah. Tak bisa terlanjutkan perjalanannya.
Ia kini harus berhenti sejenak, memutuskan harus istirahatkah untuk merapikan sendi retaknya, ataukah sudahi saja. Ia terlalu lelah tuk melanjutkan separuh perjalanan yang belum sampai. Tapi haruskah mati disini dalam kesendirian, dikubur badai pepasir di tengah padang tandus ini? Ia mampu hidup tanpa makan, tapi takkan sanggup melanjutkan hidup tanpa harapan. Dan harapan itu kini telah mati. Lalu untuk apa lagi semua ini dilanjutkan kalau jiwa sudah tanpa ruh, dan hati tak bernyawa?

Terimakasih saja.

Bukakan bagiku satu pintu, meski ruang di dalamnya hanya ada udara
keputusasaan dan cahaya kekelaman.
Setidaknya aku punya tempat,karena ternyata aku kini tak memiliki satu tempat pun tuk singgah.
Tidak pula di hatimu
Lalu harus kemana aku berlari saat kutahu kau yang pernah kuharapkan malah begitu merendahkan aku ke tingkat bawah alam sadarmu
Sehina itukah aku sehingga kau menjadikan aku gurauan belaka
Tapi tak apa, aku sudah terbiasa sejak dulu oleh perendahan yang orang-orang lakukan padaku.
Bedanya hanyalah, bahwa aku tak pernah peduli pada cacian mereka karena mereka bukan siapa-siapa bagiku,tak punya arti apapun bagi hidupku.
Dan kini kau membuat dirimu tak lebih dari mereka.
Terimakasih atas semuanya, aku ingin sekali memberikan kata-kata untuk menyanjung kelihaianmu menipuku, tapi biar ku simpan saja, toh semua sudah tak ada artinya lagi kini.
Tak perlu kau berucap apapun untukku, karena tiap huruf kata-katamu hanya akan menambah panjang goresan luka
Dan apapun yang kan kau katakana tak kan memberi arti apapun bagiku.
Aku pernah menghargaimu, saat kau begitu menghargai aku, tapi tidak lagi kini, atau lain kali,
Aku tak pernah memberi kesempatan kedua pada siapapun dalam hidupku
Dan jangan pernah berharap akan diriku yang takkan lagi bersedia memberimu satu sudut saja di ruang hati.

X_I 160708





Masih Terbuka Langit

Masih terbuka langit, tangan-Nya Maha Luas tuk menggapai taburan doa dan segala desah keluh kesah ku
Aku tak ingin menangis, hanya ingin terpejam sesaat
Tuk memberi ruang bagi nafasku agar bias mengalir
Baru kusadari saat ini, semakin hari aku semakin lemah
Dan ternyata hati itu mudah tergoyah dan jiwa itu rapuh
Ingin kubuang segala harapku yang tak pernah mampu tuk ku wujudkan
Ku sebarkan abu pembakarannya di Laut Teluk ini
Jauh, dan dalam…
Keluargaku satu2nya harta terindah dan anugerah terbesar yang pernah ada bagiku,dan karena mereka-lah aku masih sanggup melangkah sejauh ini
Hanya merekalah yang tulus mencintaiku,sejak nafas pertamaku di dunia sampai hembus terakhirku tuk menuju-Mu, dan begitu pun aku kan slalu mencinta mereka, dan takkan kubiarkan orang2 yang mencintaiku terluka.
Kalau aku bisa melindungi mereka, akan kutumpahkan darahku tuk menyelimuti kedamaian jiwa mereka.
Ku titipkan mereka pada-Mu ya Allah,
Yang takkan pernah titipan itu sia-sia.
Tak ada yang kami punya selain Engkau di hati kami.

Apalagi yang mam pu kugapai kini selain bayangan kekelaman diriku sendiri yang tanpa daya tergolek serupa raga tanpa jiwa
Aku bagai orang yang mati di hari kelahirannya
Sebuah bingkisan indah yang karenanya aku harus sujud berjuta syukur pada kaki-Nya
Ingin ku menangis sejenak saja agar lepas segala beban yang menyesakkanku
Tapi kusadar, dunia dengan segala kehinaannya tak berhak mengalirkan setetes pun air mata kita

X_I 030608

B.I.S.U

Aku termangu,diam saja tak berbahasa.
Aku menunggu, terbisu menanti.
Namun selalu saja ini terulang lagi, bahwa apa yang aku inginkan takkan pernah aku dapatkan.
Dan bahwa apa yang aku harapkan takkan pernah terwujud jadi kenyataan.
Ahh…Kadang aku bosan tuk berharap
Tentang diriku, tentang hidupku, tentang harapanku, bullshit…
Semuanya cuma omong kosong saja
yang cuma membuang semua waktuku yang tak berguna.
Persetan dengan mimpi2 yang dulu slalu kubumbungkan pada langit,.
Kini kusembahkan jasadnya yang tlah tak bernyawa,
karna ku tlah membunuh sgala mimpi2 itu,
kusembahkan pada kaki langit di batas cakrawala bumi….
Dunia ini tak mampu kuraih, tak sanggup kubahagiakan diriku sendiri
dan bagaiman mungkin sanggup kubahagiakan orang2 yang mencintaiku?
Sudah lelah ku berjalan, sekian jauhnya kini ku melangkah,
belum ada sesuatu pun yang bias kuraih dalam genggamku.
Aku tak pernah berubah, hanyalah si kerdil hati,
yang tak punya kebesaran jiwa,,,
Sang penghuni kekelaman, dalam ruang pengap yang cuma diisi udara keputus-asaan.
Kapan ku bisa beranjak dari jalan yang tak berarah ini?
Aku hanya terus melangkah tak tentu,
masih selalu berharap kan ku temukan sesuatu di ujung arahku kini.
Tapi sudah bosan kuberharap lagi.
Biarlah ku tergolek lunglai di sini saja,
tak perlu ku lanjutkan lagi perjalanan ini.
Biar kuhabiskan sampai hembus nafas terakhirku di titik jenuh ini.
Biar debu2 dan padang pasir ini jadi pekuburan mimpi ku.
Dan tatap mataku mulai sayu dan kabur,,,,samar mulai kutangkap
Tak ada lagi cahaya yang mengisi mataku,,,
Hitam, kini semuanya menjadi gelap


XenoZ_IgnorA
30062008

Sisa Waktu

Hari berkabut, debu mengusap jiwa yang kerontang. Pepasir gersang yang lembut itu pun ternyata mampu melukai nafas yang telah terengah. Tak ada detik yang berdetak disini. Hanya matahari yang masih tertidur dan masih enggan mengantarkan aku ke masa 1 tahun yang akan datang. Bintang-bintang pun tak mengizinkan aku beranjak dari sini. Padahal aku sudah muak...!Padahal batas nurani telah tumpah ruah...muntah. Bibir sudut condong waktu yang mana yang mampu berbicara saat aku lirih membisikkan doa di sunyi yang hampa? ah,,,bullshit...! percuma berbasa-basi dengan jam dinding, dengan kalendar, dengan putaran bumi. Mereka cuma bisu.

Di Pertapaan Abadi

Aku tak ingin jadi bintang,
Ia harus bersinar dan selalu dinanti.
Aku lebih suka jadi setitik debu.
Tak perlu ada yang peduli.
Tak pernah punya arti.

Berikan satu saja alasan bagiku untuk tersenyum. Saat dimana_bahkan dalam mimpi pun kau enggan tuk memberiku satu senyum saja. Entah apa yang salah padaku. Dan aku harus menerima bahwa seluruh dunia ini sedang memandangku dengan perasaan benci, tanpa pernah tahu apa alasan mereka membenciku.
Tapi aku tak peduli dengan dunia, aku hanya ingin melihat seuntai senyum di bibirmu. Setelah itu aku akan pergi, entah kemana.
Aku akan mencari satu tempat dimana aku bisa menyatu dengan sunyi dan kegelapan sebagai selimutku.
Karena diam dan kelam mampu menyuarakan milyaran bahasa yang tak mampu terungkap, maka hanya dengan mereka-lah aku bisa bersahabat.
Tapi setelah ini kau pun tak perlu lagi bertanya. Aku takkan lagi bisa mengingat kesedihan saat ini.
Dan bagaimana lagi aku memiliki keinginan tuk bersedih saat bagiku ada negeri lain yang lebih agung, lebih kekal, lebih besar dan lebih indah dari dunia ini.

......rindu......

Karena dengan diam dan bersama gelap mampu menyuarakan milyaran bahasa yang tersendat dan tak terungkap, maka dengan mereka-lah aku bersahabat.
Dan jajaran wajah-wajah manusia yang punya tempat penghargaan yang tinggi dalam hatiku ini takkan pernah mambuatku bosan menatapnya.
Empat orang yang kusayang ini menyayatkan kerinduan, namun dengan tegarnya menyokong semangatku yang merapuh.
Hari ini kurindukan mereka, begitu pun esok, lusa, sampai kembali kutatap wajah mereka, dan kupeluk erat.
Ya, Allah yang menggenggam jiwaku dan membolak-balikkan hatiku, aku bergantung pada-Mu.
Tiada lain selain Engkau tuk ku mengadu dan berbagi.