Selasa, 24 Maret 2009

Amien...

"Syukron katsir semoga Allah yang akan membalas semuanya atas apa yang diberikan melalui anak yang sholihah..."
Itulah kata terindah yang tertuang dari lisan yang ku agungkan, yang juga aku sanjung. Aku selalu menjadikan beliau sebagai kebanggaan ku. Dan tak ada lagi yang sanggup ku haturkan saat mata yang sombong ini mulai memanas, dan merobohkan keangkuhan yang ku kokohkan sebelumnya. Tak ada yang bisa menahan lelehan alirannya jika telah ku sentuh kata itu....Bapak ku.

Senin, 23 Maret 2009

This is our Strugle

Buat siapapun yang baca,,gw kasih saran... Klo loe kenal gw, berarti loe tau gw kyak apa. Buat yang gak kenal,,kenalan dulu, dong,ah.. Gak deng. Maksud gw siapapun loe,, gw kasih saran--jangan pernah ikutin jejak gw.
Karena qt punya jalan masing2,,gw pernah marah,,sedih, manyun, tapi sayang mata gw gak pernah mau diajak nangis, sombong banget.
Gw tau tiap-tiap qt punya cerita yang gak indah sepanjang perjalanan hidup yang gak pernah sempurna ini. Seedangkan manusia kayak gw ini yang gak bisa terima bahwa gak ada yang bisa sempurna dalam hidup, gak bakal ada senyum yang selalu terkembang. Coba dech loe hitung berapa hari aja dalam hidup loe dimana loe bener2 ngerasa bahagia.
Gw sendiri gak bisa ngitung, bukan saking banyaknya, karena saking bingungnya, kapan waktu yang bisa gw sebut sebagai kebahagiaan gw. Nah, ini satu contoh konkrit lagi, bahwa kalian gak boleh ngikutin jejak gw, yang bener2 gak tau caranya bersyukur.
Mulai dari merangkak dari nol, masing2 qt punya cara sendiri membuktikan pada dunia klo qt tuh pernah eksis, mungkin gw juga pengen ngukir nama di wajah dunia--"meski tak besar, namun terukir indah".
Itu dia, tapi gimana caranya coba...di saat hari2 gw selalu gw penuhin dengan umpatan2, yah mau sampai kapan?
Man, this is our strugle. That's the words that -you've- slapped- me- with.
Banyak waktu yg gw buang buat bengong, manyun atau sekedar berkhayal, yah dulu gw selalu berpedoman ---"kan,,ngayal itu gratis" tapi gila,, jatuh nya sakit banget waktu loe terjun bebas gara2 angan2 yang ketinggian.

Bermain dengan Angan-angan

Stop...! Berhentilah berkejaran dengan masa lalu. Haruskah masa kini hanya berguna demi menangisi yang telah terlewat? Menertawakan kebodohan diri, merenungi nasib buruk, menyesali kehadiran hidup dan keberuntungan hidup yang tak pernah sempurna. Benar-benar lawakan teraneh yang selalu kubuat selama hidupku.

Dimana kaki mengambang. Tiada berpijak,,masih saja aku menoleh pada jejak yang sudah terhapus desiran waktu.

Sabtu, 21 Maret 2009

Di Condong Tegak Sang Surya


Haruskah ku jujurkan kemarahan hati saat kau kembali mengoyak kedamaian yang telah dengan susah payah untuk ku hadirkan kembali dalam jiwaku? Ahh,,,
Buat apa kau berbuat hal konyol ,,hanya untuk membuat aku muak,, aku tak bisa menerima kenyataan bahwa aku ingin kembali berbicara padamu, meskipun hanya perdebatan sengit yang akan terjalin.
Memang itu yang kau harapkan,, kemarahan ku.


Tuhan,,,yang Maha Pembolak-balik hati hamba-Nya.
Jangan kau goyahkan lagi kemantapan yang telah dengan susah payah ku usahakan.
Kemantapan yang sebelumnya berdiri kokoh dengan tugu yang kubangun untuk
mengisyaratkan pekuburan mimpi, kini sedetik saja dia datang merobohkan tugu
itu, hanya dengan satu siulan saja.

Entah umpatan apa yang harus ku
ucapkan.
Darah ku bergelojak, entah apa yang harus ku lakukan lagi.
Namun semakin keras aku berteriak ,semakin aku menyakiti diri sendiri.

Bukan saatnya lagi mengenang fajar yang dulu pernah menyejukkan
condong sinar harapan di pagi yang berembun. Kini adalah waktu di mana matahari
tegak di atas kepala, begitu terik menyengat pada kenyataan yang kasat mata, dan
langkah yang berhadapan dengan apa yang kita namakan perjuangan untuk bertahan
dari tindasan roda waktu. Persiapan yang matang dalam masa metamorfosis. Jadi
jangan ajak aku lagi untuk membuai sisi alam bawah sadar ku, seperti apa yang
pernah ku lakukan dulu.
Aku sedang berjuang mengimbangi detik yang sedang
berjalan tanpa menawar & tanpa bertanya tentang kesiapan kita.
Jangan
goda aku untuk terdiam di tempatku sekarang berdiri,,karena siang ini tak kan
lama. Aku tak ingin menoleh ke belakang, di mana jejak di jalan kecil yang
setapak itu sudah tak nampak.

Senin, 09 Maret 2009

What I've Done--LP

In This Farewell
There's no blood
There's no alibi
'Cause I've drawn regret
From the truthOf a thousand lies

So let mercy come
And wash away

What I've done
I'll face my self
To cross out what I've done
Erase my self
And let go of what I've done

Put to rest
What you thought of me
While I clean this slate
With the
uncertainty
So let mercy come
And wash away

For What I've
I start again
And whatever Pain may come
Today is ends
I'm forgiving what I've done

-LP-

Rabu, 04 Maret 2009

Tidak untuk..

Yang mendasari rasa, yang menginduksi hati, yang menghadirkan harapan.
Cinta,
Tolong jangan sapa aku dulu, jangan hadir dalam hari-hari yang sekarang.
Tidak untuk saat yang ini, cinta. Jiwaku sedang begitu rapuh, aku akan merawatnya untk pulih dulu. Jangan di saat hari-hariku begitu muram, dan waktu tearasa begitu alot, lambat sekali berjalan. Dan emosi mulai tak terkendali. Saat amarah sudah tumpah ruah, aku hanya sanggup terdiam. Jangan dulu hadir di sisiku, sampai mentari ku bercahaya kembali.
Jangan dulu, sampai aku siap menerimamu.
Karena di saat- saat seperti ini aku hanya akan menyakitimu.
Aku hanya akan mengacuhkanmu, aku hanya akan mengecewakanmu.
Dan aku juga akan menyakiti dirku sendiri.

Namun tak bisa ku katakan itu semua padamu.
Karena sebelum bibirku berucap, kau telah membungkamnya dengan selimut kasih.
Kau datang dengan ketenangan yang menghanyutkan emosi yang masih akan meledak.
Kau menghampiriku membawa segenggam cahaya yang kuharap esok pagi kan menyapaku, namun tak kusangka, kau bahkan menghadirkannya padaku saat ini.
Meski kerdip mungil lilin yang kini mengisi relung sudut hati, namun semua bagai matahari baru bagiku.
Kau yang meghiasiku dengan senyuman. Kau meredam segala amarahku.
Di saat ku sedang berkata jangan datang, ternyata kau telah tinggal dalam ruang kosong hatiku, lalu bagaimana aku sanggup berkata jangan memasuki hidupku? Saat kau bahkan telah menjadi belahan jiwaku, separuh nafasku, dan bagian manis dalam hidupku?

Maafkan Aku....

Marahkah kau padaku? Tak sudi lagikah kau tatap aku?
Kalau kau ingin aku pergi, aku tak perlu menunggu lagi.
Aku sudah cukup mampu membaca matamu saja.
Jika tak bisa kau terima aku memasuki kehidupanmu, aku rela untuk meninggalkanmu. Karena dengan begitu berarti aku telah membahagiakanmu, aku telah melepas satu beban di fikirmu.
Aku hanya ingin meminta maaf untuk segala yang telah aku lakukan.
Maaf…
Untuk rasa yang tak bisa kupendam dan akhirnya harus kujujurkan padamu.
Maaf….
Untuk hati yang selalu berharap akan dirimu yang akan membalas rasa ku.
Maaf….
Untuk mata yang selalu memperhatikanmu.
Maaf…
Untuk hatiku yang terikat dengan mu.
Maaf…
Karena aku telah mencintaimu.

Tapi aku takkan menyesali semua yang pernah kita jalani. Semua hanya akan menjadi bagian terindah dalam hidupku, yang dengan mengenangnya aku pasti akan tersenyum.